Unesa Jalin Kerjasama Dengan ICW Perkuat Pendidikan Antikorupsi

Korupsi merupakan salah satu problem kebangsaan terbesar di negeri ini. Korupsi tidak hanya merusak tata kelola pemerintahan, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik. Oleh karena itu, Pendidikan Anti Korupsi menjadi bagian penting dalam penguatan karakter bangsa, termasuk pembangunan karakter yang kuat di dalam dunia kampus.
Dalam rangka penguatan pendidikan antikorupsi tersebut, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) menjalin kerjasama untuk memperkuat pendidikan antikorupsi di lingkungan kampus. Kerjasama antara UNESA dan ICW dituangkan dalam MoU yang ditandangani secara resmi pada hari Rabu (25/09/2024), di ruang Auditorium Gedung T14 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), UNESA.
“Kerja sama antara ICW dan UNESA melalui Akademi Anti Korupsi ini merupakan langkah strategis yang sangat kami apresiasi. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berusaha memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang kritis, berani, dan memiliki integritas dalam setiap pilihan dan tindakan mereka,” tutur Prof. Slamet Setiawan, Ph.D. selaku Direktur Kerjasama UNESA.

Anak muda di lingkungan kampus harus memiliki kontribusi kepada negara. ICW mengejak semua pihak untuk terus menyuarakan kebenaran terkait antikorupsi. Menurut Agus Suaryanto selaku Koordinator ICW, mahasiswa harus menjadi agen perubahan dalam melawan korupsi. "Bersama-sama, kita bisa membangun Indonesia yang lebih baik, lebih transparan, dan lebih adil," tuturnya.
Dalam rangkaian kerjasama ini, dilaksanakan juga diskusi publik bertema Partisipasi Pemilih Muda untuk Memilih Kandidat Berintegritas dan workshop akademi antikorupsi dengan mengerjakan soal bertemakan Demokrasi dan Antikorupsi melalui learning management system (LMS) di website akademi antikorupsi ICW yang diikuti 225 mahasiswa UNESA.
Oleh: RN Bayu Aji
Share It On: