Seminar Penguatan Karakter Anak dan Orangtua: Membangun Keluarga Harmonis Tanpa Kekerasan

Pembentukan karakter anak dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga, sebagai sekolah pertama bagi anak, memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar yang akan menjadi fondasi kehidupan mereka di masa depan. Dalam upaya memperkuat karakter anak dan memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak, Dharmawanita Pemprov Jawa Timur mengadakan Seminar Penguatan Karakter Anak dan Orangtua. Acara ini berlangsung pada Rabu, 17 Juli 2024 di Islamic Center, Surabaya.
Seminar ini dihadiri oleh 300 Ibu Dharmawanita dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur serta 100 siswa SMA/SMK di Surabaya. Kehadiran para ibu dan anak remaja dalam satu forum menjadikan agenda ini sangat strategis, karena memberikan kesempatan bagi remaja untuk menyuarakan keinginan mereka secara langsung. Mereka juga dapat mengungkapkan keinginan untuk diperhatikan, dipahami, diberi kesempatan untuk berproses, dan berinovasi.
Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bertugas sebagai narasumber utama dalam seminar ini. Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah menekankan pentingnya relasi yang dibangun dengan cinta tanpa kekerasan dalam keluarga serta pentingnya jalinan komunikasi yang harmonis antara orang tua dan anak.
"Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Di dalam keluargalah, karakter anak mulai terbentuk. Oleh karena itu, hubungan yang penuh cinta dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting," ujarnya.
Seminar ini berlangsung sangat dialogis, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dari para remaja yang hadir. Mereka ingin tahu cara meyakinkan orang tua bahwa mereka baik-baik saja dan bagaimana membuat orang tua memahami bahwa setiap anak itu unik dan tidak harus sesuai dengan ekspektasi orang tua. Menanggapi hal ini, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah membagikan beberapa tips dalam menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga, yaitu (1) mendengarkan dengan seksama; (2) kontak mata saat berbicara; (3) menawarkan bantuan dengan tulus; serta (4) memberikan waktu yang cukup untuk mengutarakan pendapat.

Acara ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi para ibu dalam mendidik anak-anak mereka, tetapi juga memberikan ruang bagi remaja untuk menyuarakan pemikiran dan perasaan mereka. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan keluarga yang lebih harmonis dan mendukung perkembangan karakter anak secara optimal.
Penutupan seminar ini menggarisbawahi pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Melalui komunikasi yang baik dan penuh kasih, orang tua dapat membantu anak-anak mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan berkarakter. Seminar Penguatan Karakter Anak dan Orangtua ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya menciptakan keluarga harmonis tanpa kekerasan di Jawa Timur.
Share It On: