Seminar Civil Youth Integrity: Memperkuat Peran Kampus dan Organisasi Mahasiswa di Era Milenial

Di era milenial yang serba cepat dan dinamis, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri melalui berbagai peran di kampus dan organisasi mahasiswa. Menyadari pentingnya hal ini, Himpunan Mahasiswa Sipil Terapan Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan acara Civil Youth Integrity Seminar pada Minggu, 15 September 2024. Seminar ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang peran kampus dan organisasi mahasiswa dalam membentuk karakter, mengembangkan kemampuan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang antusias mendalami berbagai tipe mahasiswa dan peran-peran yang dapat diambil selama berkuliah. Perwakilan Satgas PPKS UNESA, Reina Iranti, menjadi salah satu pembicara utama dalam kegiatan tersebut. Reina menjelaskan beberapa tipe mahasiswa yang cukup familiar di kalangan kampus, yakni:
- Kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang), mahasiswa yang hanya fokus pada akademik tanpa terlibat dalam kegiatan non-akademik.
- Kura-kura (kuliah-rapat-kuliah-rapat), mahasiswa yang sangat aktif dalam organisasi kemahasiswaan.
- Kuda-kuda (kuliah-dagang-kuliah-dagang), mahasiswa yang menjalani bisnis sampingan sambil kuliah.
- Kunang-kunang (kuliah-nangkring-kuliah-nangkring), mahasiswa yang sering bersosialisasi dan lebih suka menghabiskan waktu di luar kelas, seperti di kafe atau tempat nongkrong lainnya.

Penjelasan ini menjadi permulaan pembahasan yang lebih mendalam mengenai peran kampus bagi mahasiswa. Kampus, kata Reina, memiliki beberapa peran penting, di antaranya sebagai pusat pembelajaran akademik, tempat pembentukan karakter, pusat riset dan inovasi, serta sebagai wadah pemberdayaan sosial dan kebangsaan. Selain itu, kampus juga berperan dalam memfasilitasi mahasiswa mengembangkan keahlian non-akademik melalui organisasi mahasiswa.
Reina juga menekankan pentingnya organisasi mahasiswa sebagai platform non-formal bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, soft skills, serta partisipasi sosial. Menurutnya, terlibat dalam organisasi kemahasiswaan memberikan banyak manfaat, seperti mengembangkan keterampilan komunikasi, manajemen waktu, hingga kemampuan bekerja dalam tim. "Organisasi mahasiswa adalah jembatan bagi kalian untuk mengenal dunia luar dan mempersiapkan diri memasuki kehidupan pasca kampus," ujarnya.
Pada sesi akhir, Reina membagikan tips memilih organisasi yang sesuai dengan minat dan bakat mahasiswa. Beberapa langkah yang dia rekomendasikan meliputi:
- Kenali minat dan bakat: Pilih organisasi yang sesuai dengan ketertarikan pribadi.
- Pelajari visi, misi, dan tujuan organisasi: Pastikan organisasi tersebut memiliki nilai yang sejalan dengan visi pribadi.
- Tinjau struktur dan lingkungan organisasi: Periksa bagaimana organisasi tersebut dikelola dan bagaimana interaksi antaranggota berjalan.
- Pertimbangkan waktu dan komitmen: Pastikan untuk menyesuaikan jadwal dan komitmen organisasi dengan tanggung jawab akademik.
- Evaluasi peluang pengembangan diri: Cari organisasi yang dapat memberikan ruang untuk berkembang baik secara pribadi maupun profesional.
- Cari ulasan atau rekomendasi: Konsultasikan dengan teman atau senior yang sudah berpengalaman dalam organisasi tersebut.
Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Banyak mahasiswa yang antusias bertanya mengenai pengalaman Reina dalam menjalani peran ganda sebagai mahasiswa aktif dan organisator, serta bagaimana cara menjaga keseimbangan antara akademik dan kegiatan non-akademik.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan para mahasiswa UNESA, khususnya dari Fakultas Vokasi, semakin paham dan termotivasi untuk memanfaatkan peran kampus dan organisasi mahasiswa sebagai sarana mengembangkan potensi diri. Seminar ini juga mengajak mahasiswa untuk lebih selektif dalam memilih organisasi yang dapat mendukung pengembangan karier dan soft skills mereka di masa depan.
Share It On: