Pelatihan Petugas BK se-UNESA: Penguatan Keterampilan Belajar Mahasiswa Gen Z

Surabaya, 19 September 2024 — Subdirektorat Mitigasi Career Center (SMCC) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan pelatihan khusus bagi Petugas Bimbingan dan Konseling (BK) se-UNESA di Ruang LPPM, Lantai 6 Rektorat UNESA. Acara ini bertujuan untuk memperkuat peran BK dalam mendampingi mahasiswa, terutama generasi Z, agar dapat meningkatkan keterampilan belajar mereka dengan lebih optimal dan bisa lulus dari Universitas Negeri Surabaya tepat waktu.
Dengan dipandu oleh Muhammad Ridho N, sebagai Master of Ceremony, kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd., Guru Besar Bimbingan dan Konseling dari Universitas Negeri Malang (UM) sebagai narasumber utama dengan moderator Restu Dwi Ariyanto,
Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis UNESA, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, S.Ag., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa 50% mahasiswa angkatan 2020 masih belum menyelesaikan studi mereka. Mutim menekankan pentingnya peran dosen BK dalam mendampingi mahasiswa agar bisa lulus tepat waktu dan menyelesaikan studinya dengan baik.
Prof. Muslihati, dalam materi yang dibawakannya, berbicara tentang Strategi Penguatan Keterampilan Belajar Mahasiswa Gen Z melalui Layanan BK. Ia menekankan bahwa mahasiswa generasi Z memerlukan pendekatan yang berbeda dalam proses belajar mereka. Dibutuhkan pula inovasi dalam layanan BK agar mereka bisa lebih adaptif dan termotivasi dalam mengikuti perkuliahan.

Prof. Muslihati memperkenalkan konsep Learning to Learn yang mencakup tujuh langkah: (1) memahami (understand); (2) menjelajahi (skim); (3) membaca (read); (4) berlatih (practice); (5) membantu (help); (6) mencari (find); dan (7) mengambil tindakan (take). Ia juga menekankan pentingnya sikap belajar yang baik di perguruan tinggi, yang meliputi niat yang kuat, komitmen, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola waktu dan diri. Kemampuan beradaptasi, berpikir reflektif, dan menjalin kolaborasi juga menjadi hal yang sangat penting dalam dunia akademik. “Manusia adalah makhluk yang psikosomatis,” ungkap Prof. Muslihati, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental dalam proses belajar.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan presentasi oleh para petugas BK UNESA. Sesi ini diharapkan dapat memperkuat peran BK dalam mendukung mahasiswa mencapai kesuksesan akademis serta pengembangan pribadi yang lebih baik. Dalam diskusi tersebut, beberapa petugas BK berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi saat mendampingi mahasiswa, khususnya dalam hal motivasi dan manajemen waktu.
Sebagai respons, Prof. Muslihati memberikan saran praktis mengenai pentingnya pendekatan yang lebih personal dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Pelatihan ini ditutup dengan pembacaan komitmen bersama untuk terus meningkatkan layanan BK di UNESA agar lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa Gen Z.
Share It On: