Ngabuburit Bareng Genzi: Bekal Ilmu dan Doa dalam Mencari Jodoh

Pada Kamis, 28 Maret 2024, Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis menggelar kegiatan Ngabuburit Bareng Genzi episode ketiga. Tema yang diangkat kali ini ialah terkait jodoh dan status jomlo yang dikupas oleh dua narasumber terkemuka, yaitu Qurrota Ayun Zakiyyati, seorang dosen Pendidikan Agama Islam, dan Rojil Nugroho Bayu Aji, S.Hum., M.A., seorang dosen sejarah Universitas Negeri Surabaya.
Rojil Nugroho Bayu Aji menyoroti masalah yang dialami oleh banyak anak muda saat ini. Dimana mereka merasa tertekan karena belum memiliki pasangan dan merasa bahwa status jomlo merupakan sesuatu yang memalukan.
Padahal, status jomlo seharusnya dianggap sebagai hal yang wajar. Rojil percaya bahwa yang lebih penting bagi setiap individu adalah memantaskan diri agar layak mendapatkan pasangan. Memantaskan diri tidak hanya dalam hal fisik, tetapi juga dalam hal pencapaian dan pengembangan diri, sehingga nantinya akan lebih menarik bagi calon pasangan.
Dia juga menekankan pentingnya untuk tidak terjebak dalam hubungan pacaran yang hanya terlihat indah dari luar, tetapi sebenarnya rusak di dalam. Menurutnya, segala hubungan harus memiliki arah yang jelas dan tidak boleh merusak moralitas.
Sementara itu, Qurrota Ayun Zakiyyati menegaskan bahwa jodoh adalah bagian dari takdir yang membutuhkan usaha untuk mendapatkannya. Menjemput jodoh bagaikan seseorang yang berada dalam ruangan gelap. Jika tidak bergerak atau berusaha untuk menyalakan lampu, maka akan terus berada dalam kegelapan.
Sebagai seorang dosen yang mengajar Pendidikan Agama Islam di berbagai program studi, Ayun menekankan pentingnya memperhatikan syariat agama dalam proses pencarian jodoh.
Terdapat beberapa tanda yang menunjukkan potensi seseorang sebagai jodoh. Pertama, refleksi diri terhadap nilai-nilai yang diharapkan dari pasangan. Dia menekankan pentingnya menjadi baik dan berusaha menjadi sholeh atau sholehah jika ingin mendapatkan pasangan yang baik.
Kedua, adanya perasaan tentram, kecocokan, dan kesenangan ketika bersama pasangan, sehingga membawa ketenangan saat menjalani kehidupan rumah tangga bersamanya.
Ketiga, dukungan dan restu dari orang tua. Menikah bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua keluarga besar. Oleh karena itu, restu orang tua memiliki nilai penting dalam proses pernikahan. Keputusan menikah tidak boleh diambil karena ada tekanan dari keluarga atau karena takut dianggap jomlo, tetapi harus dilakukan dengan niat yang tulus untuk mendapatkan ridlo Allah SWT.
Selain itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses mencari jodoh. Pertama-tama, niat haruslah lurus dan tulus, karena segala sesuatu bergantung pada niatnya. Jika niat sudah baik, Allah SWT akan memudahkan jalan yang sesuai dengan ketentuan-Nya.
Kedua, penting untuk melakukan introspeksi diri guna melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik di masa depan. Termasuk di dalamnya ialah mengatasi masalah emosional, meninggalkan perilaku dosa, dan sebagainya.
Ketiga, selain berusaha melalui jalur dunia, juga penting untuk menempuh jalur spiritual dengan doa dan memohon ridlo Allah SWT.
Share It On: