Kolaborasi UNESA dan SDN Sepanjang 2 Sidoarjo: Parenting Anti Kekerasan untuk Sekolah Ramah Anak

Isu kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk kekerasan seksual, merupakan masalah yang memerlukan perhatian serius. Data menunjukkan bahwa kekerasan di sekolah tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental anak, tetapi juga mempengaruhi prestasi akademik dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari rumah dan didukung oleh kebijakan serta program yang jelas di sekolah. Pada Sabtu, 22 Juni 2024, SDN Sepanjang 2 Sidoarjo menggelar acara Parenting Anti Kekerasan dengan mendatangkan dua narasumber dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yakni Prof. Mutimmatul Faidah, M.Ag., dan Dr. R.R. Nanik Setyowati, M.Si. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua terkait konsep Sekolah Ramah Anak. Oleh karena itu, acara ini juga dihadiri oleh seluruh wali murid berjumlah sekitar 300 orang.
Prof. Mutimmatul Faidah, M.Ag., dalam pemaparannya, menekankan bahwa upaya mencegah anak menjadi pelaku dan korban kekerasan harus dimulai dari rumah. Ia menjelaskan bahwa komunikasi harmonis dalam keluarga merupakan fondasi penting untuk mencegah kekerasan. Dia juga menyoroti pentingnya aturan yang jelas dan konsisten dalam keluarga yang dibuat melalui diskusi dan kesepakatan bersama antara orang tua dan anak. Dengan demikian, anak merasa dihargai dan memiliki tanggung jawab terhadap aturan tersebut.

Para
orang tua yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka
berbagi pengalaman dalam mendampingi anak-anak dengan berbagai keunikan
dan karakter masing-masing. Salah satu topik yang banyak dibicarakan
adalah batas dan kontrol penggunaan gadget. Para orang tua berdiskusi
tentang cara-cara efektif untuk mengawasi penggunaan gadget tanpa
membuat anak merasa diawasi secara berlebihan.
Selain itu, dialog juga berkembang seputar bagaimana mendampingi anak yang menjadi korban perundungan (bullying). Para orang tua mendapatkan panduan tentang cara memberikan dukungan emosional kepada anak, bagaimana mengenali tanda-tanda anak mengalami perundungan, serta langkah-langkah yang bisa diambil untuk bekerja sama dengan pihak sekolah dalam menangani kasus perundungan.
Dr. R.R. Nanik Setyowati, M.Si., menambahkan pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak. Ia menekankan bahwa sekolah harus memiliki kebijakan dan program yang jelas dalam mencegah dan menangani kekerasan. "Kerjasama antara sekolah dan orang tua sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak," jelasnya.
Acara ini diakhiri dengan penandatanganan kerjasama antara UNESA dan SDN Sepanjang 2 Sidoarjo dalam implementasi penanganan kekerasan di sekolah. Kerjasama ini mencakup berbagai program pelatihan dan edukasi bagi guru dan staf sekolah, serta penyediaan sumber daya dan dukungan untuk menangani kasus kekerasan secara efektif. Dengan adanya kerjasama ini, SDN Sepanjang 2 diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari kekerasan.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para orang tua semakin menyadari pentingnya peran mereka dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Selain itu, kolaborasi antara orang tua dan sekolah diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara optimal. Dengan kesadaran dan tindakan nyata dari semua pihak, diharapkan kasus kekerasan pada anak di lingkungan pendidikan dapat berkurang secara signifikan, menciptakan generasi yang sehat, bahagia, dan berprestasi.
Share It On: