Kemah Kebangsaan "Harmony in Diversity": Penguatan Moderasi Beragama dan Bela Negara bagi Mahasiswa

Subdirektorat Ideologi, Moderasi Beragama, dan Bela Negara (IMBBN) yang berada di bawah naungan Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan kegiatan Kemah Kebangsaan Moderasi Beragama dan Bela Negara pada 24 – 25 Juli 2024. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel New Start, Trawas, Mojokerto itu, mengusung tema “Harmony in Diversity”. Kegiatan ini diikuti oleh segenap mahasiswa UNESA jalur prestasi dan anggota Komisariat Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN).
Sebagai pembuka kegiatan, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., Direktur PPIS, memberikan sambutannya. Ia berharap agar kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan toleran. Kasubdit IMBBN, Rojil Nugroho Bayu Aji S.Hum., M.A., juga menyampaikan sambutan sekaligus materi pertama terkait “Wawasan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”.
Rojil menjelaskan empat hal yang penting dalam wawasan kebangsaan, yaitu (1) Pancasila; (2) UUD 1945; (3) Negara Kesatuan Republik Indonesia; serta (4) Kebinekaan. Mempelajari wawasan kebangsaan merupakan aspek krusial dalam membentuk identitas dan kesadaran nasional suatu bangsa.
Materi kedua terkait moderasi beragama disampaikan oleh Derida Achmad Bilhaq, Ketua Umum Komisariat Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN). Kemudian, Kasubdit Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, M.H., dipercaya untuk menjadi narasumber pada sesi ketiga dengan materi terkait isu kekerasan. Sementara sesi keempat diisi dengan pemaparan materi tentang bela negara oleh Ahmad Bashri, S.Pd., M.Si. Hari pertama kegiatan Kemah Kebangsaan Moderasi Beragama dan Bela Negara ditutup dengan penampilan dari para peserta yang telah dibagi ke dalam beberapa kelompok, serta acara api unggun.
Pada hari kedua, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., mengisi dua sesi terakhir dengan pemaparan materi terkait "Mengenali Diri Sendiri From Zero to Hero" dan "How to Become Movers". Setelah mendapatkan beberapa materi dengan berbagai isu, para peserta diarahkan untuk mengikuti acara terakhir, yakni Rencana Tindak Lanjut. Para peserta diharap dapat menggagas aksi bersama untuk meneguhkan kampus kebangsaan dan toleransi.
Sebagai pembuka kegiatan, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., Direktur PPIS, memberikan sambutannya. Ia berharap agar kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan toleran. Kasubdit IMBBN, Rojil Nugroho Bayu Aji S.Hum., M.A., juga menyampaikan sambutan sekaligus materi pertama terkait “Wawasan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”.
Rojil menjelaskan empat hal yang penting dalam wawasan kebangsaan, yaitu (1) Pancasila; (2) UUD 1945; (3) Negara Kesatuan Republik Indonesia; serta (4) Kebinekaan. Mempelajari wawasan kebangsaan merupakan aspek krusial dalam membentuk identitas dan kesadaran nasional suatu bangsa.
Materi kedua terkait moderasi beragama disampaikan oleh Derida Achmad Bilhaq, Ketua Umum Komisariat Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN). Kemudian, Kasubdit Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, M.H., dipercaya untuk menjadi narasumber pada sesi ketiga dengan materi terkait isu kekerasan. Sementara sesi keempat diisi dengan pemaparan materi tentang bela negara oleh Ahmad Bashri, S.Pd., M.Si. Hari pertama kegiatan Kemah Kebangsaan Moderasi Beragama dan Bela Negara ditutup dengan penampilan dari para peserta yang telah dibagi ke dalam beberapa kelompok, serta acara api unggun.
Pada hari kedua, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., mengisi dua sesi terakhir dengan pemaparan materi terkait "Mengenali Diri Sendiri From Zero to Hero" dan "How to Become Movers". Setelah mendapatkan beberapa materi dengan berbagai isu, para peserta diarahkan untuk mengikuti acara terakhir, yakni Rencana Tindak Lanjut. Para peserta diharap dapat menggagas aksi bersama untuk meneguhkan kampus kebangsaan dan toleransi.
Share It On: