Hadapi Tantangan Intoleransi di Kampus: UNESA Gelar Sarasehan Mahasiswa untuk Memperkuat Kebinekaan

Intoleransi masih menjadi tantangan besar di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan kampus. Untuk menghadapi dan memutus rantai intoleransi serta memperkuat kebinekaan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Subdirektorat Ideologi, Moderasi Beragama, dan Bela Negara (IMBBN) menyelenggarakan Sarasehan Mahasiswa dengan mendatangkan dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga, Fahrul Muzaqqi, sebagai narasumber.
Acara ini dihadiri oleh Mahasiswa Penggerak Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMBBN), perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keagamaan di lingkungan UNESA. Kegiatan ini berlangsung di gedung Auditorium Fakultas Psikologi pada Jumat, 17 Mei 2024.
Dalam sambutannya, Rojil Nugroho selaku Kasubdit IMBBN menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menguatkan nilai-nilai toleransi dan kebinekaan di dalam kampus. "Untuk mewujudkan hal itu, Subdit IMBBN dengan elemen mahasiswa harus bergandengan tangan dan berjalan bersama melakukan aksi nyata, baik penguatan secara konseptual atau pemahaman nilai toleransi maupun kegiatan seperti panggung budaya yang bisa dilaksanakan bersama-sama," katanya.
Sejalan dengan itu, Fahrul Muzaqqi menjelaskan tentang pentingnya menjaga solidaritas melalui etos kemanusiaan, lingkungan sekitar, dan kolektivitas. "Hal itu akan menumbuhkan sikap untuk mendahulukan kepentingan bersama yang menjadikan kita semua menjadi lebih produktif dan inklusif," tutur Fahrul.
Forum ini tidak hanya berhenti pada diskusi semata, melainkan ditindaklanjuti dengan Focus Group Discussion (FGD) yang mengupas strategi membumikan isu moderasi beragama di kalangan mahasiswa. Rencananya, FGD ini akan diikuti dengan safari ke berbagai program studi dan fakultas di lingkungan UNESA.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen UNESA dalam mengatasi tantangan intoleransi dan memperkuat kebinekaan. Dengan melibatkan berbagai elemen mahasiswa, diharapkan nilai-nilai toleransi dapat semakin terinternalisasi dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di kampus. Aksi nyata seperti ini menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan kampus yang harmonis dan inklusif, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang mampu menjaga kerukunan dan keberagaman di tengah masyarakat.
Share It On: