Gema Kemerdekaan: Membangun Kampus Bebas Kekerasan melalui Ekspresi Kata dan Seni

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79, Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar acara bertema "Gema Merdeka dari Unesa untuk Indonesia; Merdeka dari Kekerasan, Perundungan, Diskriminasi, Korupsi, Narkoba, dan Siap Berprestasi." Kegiatan yang berlangsung di Lab Merdeka Unesa itu sekaligus menandai soft launching Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Cakra Harmoni yang berada di bawah pembinaan Direktorat PPIS.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 150 mahasiswa yang merupakan perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa, himpunan mahasiswa program studi, dan unit kegiatan mahasiswa di lingkungan Unesa. Kegiatan ini dimeriahkan oleh berbagai penampilan kreatif seperti orasi, tarian, puisi, dan nyanyian yang mengusung semangat kemerdekaan serta perjuangan bangsa Indonesia.
Dalam sambutannya, Direktur PPIS, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., menyampaikan pesan mendalam mengenai arti kemerdekaan dalam konteks saat ini. "Indonesia telah merdeka dari penjajahan fisik, namun tugas kita saat ini adalah memastikan kemerdekaan dari bentuk penjajahan modern yang mengancam moral dan integritas bangsa," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa generasi muda, terutama Generasi Z, memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan Indonesia merdeka dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Muhamad Sholeh, M.Pd., mengapresiasi inisiatif Direktorat PPIS yang terus mengadakan kegiatan produktif untuk menjadikan Unesa sebagai kampus yang aman dan nyaman bagi semua mahasiswa. Ia menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan, narkoba, dan korupsi, serta mengajak seluruh mahasiswa untuk terus berinovasi dan berprestasi.
Salah satu sesi acara diisi oleh Rojil Bayu Aji, Kasubdit IMMBN, dan Iman Pasu Purba, Kasubdit PPKS, yang mengajak para mahasiswa untuk merefleksikan makna kemerdekaan dalam konteks kehidupan kampus. Rojil mengingatkan bahwa semangat bela negara dan merawat kebhinekaan adalah tugas semua anak bangsa. Sementara itu, Iman mengapresiasi upaya mahasiswa Unesa dalam menciptakan kampus yang bebas dari kekerasan, narkoba, dan korupsi.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan banner komitmen oleh mahasiswa sebagai bentuk dukungan dan komitmen untuk menjadikan Unesa sebagai kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam memajukan bangsa melalui berbagai prestasi dan tindakan nyata dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang peringatan kemerdekaan, tetapi juga sebuah gerakan moral yang mengajak seluruh sivitas akademika Unesa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kampus yang aman, bebas dari kekerasan, perundungan, narkoba, korupsi, dan penuh dengan semangat inovasi serta prestasi.
Share It On: