FGD FBS UNESA: Upaya Meningkatkan Kelulusan Tepat Waktu Melalui Strategi Terintegrasi

Pada Selasa, 27 Agustus 2024, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang berfokus pada percepatan penyelesaian studi mahasiswa di Gedung T4 FBS UNESA. Acara ini dihadiri oleh dosen-dosen dari berbagai program studi yang berperan penting dalam proses akademik di lingkungan UNESA. FGD ini diselenggarakan sebagai respons atas rendahnya tingkat kelulusan tepat waktu di FBS, terutama bagi angkatan 2017 hingga 2020.
Dr. Retno Tri Hariastuti, M.Pd. Kons., Kepala Seksi Bimbingan dan Konseling Akademik Direktorat PPIS UNESA, memaparkan data kelulusan mahasiswa per 8 Agustus 2024. Dari data tersebut, terlihat bahwa tingkat kelulusan tepat waktu di FBS belum mencapai target yang diinginkan, yaitu sebesar 80%. Hingga saat ini, hanya 44,1% mahasiswa FBS yang berhasil lulus tepat waktu. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) menjadi satu-satunya program studi yang telah mencapai target kelulusan 80%, sementara program studi lainnya masih menghadapi tantangan besar untuk memenuhi target tersebut.
Tantangan terbesar di FBS terkait dengan beragam masalah akademik dan non-akademik yang dihadapi oleh mahasiswa. Di antaranya, banyak mahasiswa yang terhambat karena masalah ekonomi, kesulitan akademik, serta kendala dalam menyelesaikan tugas akhir. Selain itu, beberapa program studi di FBS, seperti Desain Komunikasi Visual (DKV), menghadapi tantangan khusus terkait dengan tugas akhir yang berbasis karya. Tugas akhir ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk diselesaikan dibandingkan dengan skripsi berbasis penelitian, karena sebagian besar tugas akhir ini memerlukan persiapan dan pelaksanaan yang intensif.
Sebagai langkah awal untuk mengatasi permasalahan ini, FBS mempersiapkan strategi percepatan yang mencakup identifikasi permasalahan mahasiswa, pertemuan langsung dengan mahasiswa dan orang tua atau wali, pendampingan akademik yang lebih intensif, serta monitoring berkala tentang perkembangan studi mahasiswa. Pendampingan ini akan melibatkan tim Bimbingan Konseling (BK) Fakultas, Dosen Pembimbing Skripsi (DPS), dan Wakil Dekan I.

Dalam FGD tersebut, Dr. Wiryo Nuryono, S.Pd., M.Pd., Kepala Subdirektorat Satuan Mitigasi Crisis Center UNESA, juga menekankan pentingnya kolaborasi antara fakultas, program studi, dan mahasiswa dalam mempercepat kelulusan. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yang memiliki tingkat kelulusan tertinggi di FBS, menunjukkan betapa pentingnya koordinasi yang baik antara Koordinator Prodi (Korprodi), dosen pembimbing, dan mahasiswa. Korprodi di PBSI secara proaktif mengingatkan dosen dan mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir mereka tepat waktu.
Tantangan lain yang dihadapi oleh FBS adalah tingginya jumlah mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Hal ini sering kali menyebabkan mahasiswa kurang fokus pada studi dan tugas akhir mereka. Di program studi seperti Musik dan Sendratasik, banyak mahasiswa yang lebih memilih bekerja atau mengikuti kegiatan profesional di luar kampus, sehingga sulit bagi mereka untuk menyelesaikan tugas akhir. Namun, FBS terus berusaha mencari solusi untuk masalah ini, termasuk dengan memberikan fleksibilitas dalam bimbingan akademik dan pengaturan jadwal yang lebih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Selain itu, FGD ini juga membahas perlunya diversifikasi bentuk tugas akhir. Masih banyak mahasiswa yang berasumsi bahwa tugas akhir hanya berbentuk skripsi, padahal ada berbagai bentuk lain seperti prototipe, proyek, atau karya seni yang dapat dijadikan sebagai tugas akhir. Sosialisasi mengenai hal ini perlu ditingkatkan agar mahasiswa memahami bahwa mereka memiliki pilihan dalam menyelesaikan studi sesuai dengan minat dan kompetensi mereka.
Melalui berbagai strategi dan upaya yang telah dirancang, FBS UNESA optimis bahwa percepatan kelulusan mahasiswa dapat tercapai dalam waktu dekat. Dengan kolaborasi yang kuat antara fakultas, prodi, dan mahasiswa, serta dukungan penuh dari pihak universitas, diharapkan target kelulusan tepat waktu sebesar 80% dapat segera terwujud. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pendidikan di FBS, tetapi juga mempersiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja.
Share It On: