Direktorat PPIS Gelar Donor Darah Bersama PMI Bangkalan: Bukti Kepedulian Terhadap Isu Kemanusiaan

Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tidak hanya dikenal sebagai institusi pendidikan yang unggul dalam menghasilkan tenaga pendidik profesional, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu kemanusiaan. Salah satu bentuk nyata dari kepedulian tersebut adalah penyelenggaraan kegiatan donor darah yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan lembaga kemanusiaan.
Pada Kamis, 16 Mei 2024, Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) bersama Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) dan Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC) UNESA mengadakan kegiatan donor darah di Gedung LPSP, Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya. Kegiatan yang juga melibatkan PMI Bangkalan ini akan diadakan setiap tiga bulan sekali di UNESA sebagai upaya dalam mendukung ketersediaan darah.
Muhammad Syarif Husein, penanggung jawab UDD PMI Kabupaten Bangkalan, menyoroti kondisi terbatasnya persediaan darah di daerah Bangkalan yang belum mampu memenuhi kebutuhan. Dia berharap kerja sama dengan UNESA dapat meningkatkan jumlah pendonor dan mendapatkan tiga ratus kantong darah setiap kegiatan donor darah tersebut.
Drs. Fatkur Rohman Kafrawi, M.Pd., Kepala Badan Pendidikan Profesi Guru, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan kemanusiaan seperti donor darah. Dia menekankan pentingnya kesadaran dan peran aktif dalam membantu sesama, terutama bagi calon guru yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa.
Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., Direktur Pascasarjana UNESA, juga ikut mendonorkan darahnya dan mengapresiasi kegiatan kemanusiaan ini. Dia menekankan bahwa satu kantong darah dari seorang pendonor dapat menyelamatkan nyawa seseorang.
Kegiatan donor darah ini merupakan contoh nyata kolaborasi antara berbagai lembaga dan masyarakat dalam upaya menyediakan pasokan darah yang cukup dan membantu mereka yang membutuhkan. UNESA, sebagai institusi pendidikan, terus menunjukkan kepedulian dan kontribusinya terhadap isu-isu kemanusiaan, membuktikan bahwa peran pendidikan tidak hanya sebatas di ruang kelas, tetapi juga dalam aksi nyata di masyarakat.
Share It On: