Di era kurikulum Merdeka Belajar, guru dihadapkan pada tantangan besar untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan siswa secara holistik. Pada Sabtu, 20 Juli 2024, guru-guru SMP Negeri 54 Surabaya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan bersama Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Terpadu Psikologi Olahraga lantai 7 itu, berfokus pada transformasi pembelajaran dengan paradigma baru serta penguatan karakter siswa yang anti kekerasan.
Acara Bimtek ini dihadiri oleh sekitar 45 guru dan dimulai dengan sesi ice breaking yang penuh semangat. Aktivitas ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang energik dan mempererat interaksi antar peserta. Setelah sesi ice breaking, acara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., Direktur PPIS UNESA. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah menekankan pentingnya pemahaman dan implementasi pembelajaran yang berparadigma baru dan bebas dari kekerasan di sekolah.
Kepala SMP Negeri 54 Surabaya, Dr. Hj. Nor Qomariyah, M.Pd., juga memberikan sambutan yang penuh harapan. Beliau mengungkapkan keinginannya agar para guru dapat menyerap ilmu dari Bimtek ini dan menerapkannya dalam proses pembelajaran di sekolah.
Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., yang memberikan overview mengenai paradigma baru dalam pembelajaran dan pentingnya pendidikan yang bebas dari kekerasan. Beliau menjelaskan tentang Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023, berbagai bentuk kekerasan di sekolah, dan konsep pembelajaran berdiferensiasi. Sesi ini juga melibatkan peserta dalam analisis model gunung es untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang biasa terjadi di sekolah.

Materi kedua disampaikan oleh Iman Pasu Purba, M.H., yang membahas
pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah. Peserta
diajak untuk melakukan studi kasus kekerasan, memberikan mereka
kesempatan untuk menerapkan teori yang telah dipelajari dalam situasi
nyata.
Materi terakhir disampaikan oleh Nanda Audia Vrisaba,
M.Psi., Psikolog, yang membahas tentang pembelajaran berdiferensiasi.
Nanda memberikan wawasan penting tentang cara mengajar dengan
menyesuaikan bakat, minat, dan pengetahuan siswa yang beragam.
Peserta
Bimtek menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang acara, terlihat
dari aktifnya mereka dalam bertanya, berbagi pengalaman, dan memberikan
pendapat terkait materi yang disampaikan. Kegiatan ini diakhiri dengan
penandatanganan MoU kerjasama antara Direktorat PPIS UNESA dan SMPN 54
Surabaya, yang menandakan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas
pendidikan dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan
mendukung.
Melalui Bimtek ini, diharapkan guru-guru SMPN 54
Surabaya dapat lebih siap menghadapi tantangan di era kurikulum Merdeka
Belajar dan mampu menerapkan konsep-konsep baru dalam pembelajaran yang
mendukung pengembangan karakter siswa dan menghilangkan kekerasan di
sekolah. Komitmen terhadap pembelajaran yang inklusif dan aman akan
memberikan dampak positif yang signifikan bagi masa depan pendidikan dan
perkembangan generasi mendatang.
Share It On: