Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan: Seminar "Civil Youth Integrity" Bahas Isu Intoleransi, Kekerasan Seksual, dan Bullying

Kehidupan mahasiswa di era milenial penuh dengan tantangan, salah satunya adalah memastikan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan. Menyadari hal ini, Himpunan Mahasiswa Sipil Terapan Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan Civil Youth Integrity Seminar pada Minggu, 15 September 2024. Seminar ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terkait isu-isu intoleransi, kekerasan seksual, dan bullying guna menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan nyaman.
Ketua Duta Anti Kekerasan Seksual UNESA, Hendrik, memaparkan definisi kekerasan berdasarkan Peraturan Rektor Universitas Negeri Surabaya No. 11 Tahun 2024. "Kekerasan adalah tindakan yang menimbulkan rasa sakit, penderitaan fisik atau psikis, termasuk penderitaan seksual atau reproduksi. Kekerasan juga dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan untuk menikmati hak asasi manusia, serta rasa tidak berdaya dan kerugian ekonomi," ujar mahasiswa Prodi Sistem Informasi itu.

Selain itu, Hendrik juga menjelaskan bentuk-bentuk kekerasan seksual yang sering terjadi di kampus. Kekerasan seksual dapat berupa ujaran yang merendahkan fisik atau identitas gender korban, pengiriman pesan, gambar, atau video yang bermuatan seksual, hingga tindakan fisik seperti menyentuh atau memeluk tanpa izin. Hendrik menekankan pentingnya kesadaran mahasiswa terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual ini, sehingga mereka bisa lebih waspada dan berani melapor jika mengalami atau menyaksikan kejadian serupa.
Pada sesi akhir, Hendrik memberikan langkah-langkah yang dapat dilakukan mahasiswa jika menyaksikan tindakan kekerasan seksual. "Jika kalian melihat kekerasan seksual alihkah perhatian korban, tegur pelaku secara langsung, rekam kejadian sebagai bukti, dampingi korban, dan jangan lupa laporkan ke Satgas PPKS UNESA," tegasnya. Dengan tindakan-tindakan ini, Hendrik berharap mahasiswa dapat berperan aktif dalam menghentikan kekerasan di lingkungan kampus.
Seminar ini memberikan wawasan mendalam kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjaga integritas dan keamanan di kampus. Sebagai penutup, seminar ini menekankan bahwa dengan kerja sama dan keberanian melaporkan kejadian kekerasan, mahasiswa dapat berperan dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan inklusif. Kegiatan semacam ini harapannya dapat terus diadakan guna membangun kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam menjaga keselamatan seluruh civitas akademika. Terus semangat membangun lingkungan yang lebih baik!
Share It On: