SMCC UNESA Ajak Mahasiswa Keperawatan Bangun Resiliensi dan Self-Esteem
Kesehatan mental menjadi bekal penting bagi mahasiswa, terutama bagi mereka yang dipersiapkan untuk terjun langsung dalam dunia pelayanan kesehatan. Tekanan akademik, tuntutan praktik, hingga tanggung jawab terhadap pasien sering kali menjadi tantangan yang perlu dihadapi dengan kesiapan mental yang baik. Karena itu, penguatan resiliensi dan rasa percaya diri menjadi hal yang terus didorong di lingkungan kampus.
Pada 22 April 2026, Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC) Universitas Negeri Surabaya kembali melaksanakan kelas kesehatan mental di Auditorium Fakultas Kedokteran UNESA. Kegiatan kali ini diikuti oleh mahasiswa jurusan keperawatan dengan menghadirkan Wiryo Nuryono, Kepala SMCC, sebagai narasumber.
Kegiatan diawali dengan sesi ice breaking berupa permainan menyusun piramida atau menara dari kartu secara berkelompok. Aktivitas tersebut berhasil menciptakan suasana yang lebih cair dan membangun kerja sama antarpeserta sebelum memasuki sesi materi utama.
Dalam pemaparannya, Wiryo menjelaskan pentingnya self-esteem dan resiliensi bagi mahasiswa. Menurutnya, resiliensi merupakan kemampuan seseorang untuk bangkit kembali dari kesulitan, tekanan, maupun kegagalan yang dialami dalam kehidupan. Kemampuan ini penting dimiliki mahasiswa agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan selama menjalani proses pendidikan.
Ia juga menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki rasa percaya diri yang sehat agar tidak mudah terbawa emosi atau merasa rendah diri saat mengalami masalah. Dengan resiliensi yang baik, seseorang akan lebih mampu mengelola tekanan dan melihat tantangan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Selain itu, Wiryo menjelaskan mengenai perbedaan fixed mindset dan growth mindset. Fixed mindset membuat seseorang merasa kemampuan yang dimiliki bersifat tetap, sedangkan growth mindset mendorong individu untuk terus berkembang melalui usaha dan pengalaman belajar. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa lebih terbuka terhadap proses dan tidak takut gagal.
Di akhir sesi, peserta diajak memahami cara memberikan dukungan kepada teman sebaya yang sedang mengalami kegagalan. Menurut Wiryo, dukungan emosional sederhana seperti mendengarkan dan memberikan semangat dapat membantu seseorang merasa lebih kuat dalam menghadapi masalah.
Melalui kegiatan ini, SMCC UNESA berharap mahasiswa keperawatan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kesehatan mental yang baik serta mampu menjadi lingkungan yang suportif bagi sesama mahasiswa.
Share It On: