Satgas PPK UNESA Tanamkan Kesadaran Anti Kekerasan kepada Siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman
Sebagai bagian dari upaya memperluas budaya pencegahan kekerasan sejak usia dini, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kegiatan edukasi bagi pelajar di SMA Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo, pada Rabu (22/7).
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut menghadirkan Kepala Subdirektorat Pencegahan, Penanganan Kekerasan, dan Isu Strategis sekaligus Ketua Satgas PPK UNESA, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan itu, ia mengajak para siswa untuk memahami berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi di sekitar mereka, baik di lingkungan sekolah maupun ruang digital.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai isu yang relevan dengan kehidupan remaja, seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, perundungan (bullying), kekerasan seksual, hingga kekerasan berbasis digital. Meskipun mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi, penyampaian materi disesuaikan dengan karakteristik dan pengalaman sehari-hari para pelajar sehingga lebih mudah dipahami.
Dalam pemaparannya, Iman menekankan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Menurutnya, kemampuan menggunakan media digital secara bijak harus dibarengi dengan pemahaman mengenai etika berkomunikasi, penghormatan terhadap orang lain, serta keberanian untuk melindungi diri maupun membantu teman yang mengalami kekerasan.
"Generasi muda saat ini tumbuh tak terpisahkan dari gawai dan media sosial. Oleh karena itu, etika berkomunikasi digital serta keberanian untuk melindungi diri dan membantu sesama menjadi hal mendasar yang harus dipahami," ujar Iman.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Siswa aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi mengenai berbagai fenomena kekerasan yang mereka jumpai, serta mengulas contoh-contoh kasus yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun media sosial. Melalui diskusi tersebut, peserta diajak mengenali tanda-tanda kekerasan sekaligus memahami langkah yang tepat untuk merespons situasi tersebut secara aman dan bertanggung jawab.
Selain memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan, Satgas PPK UNESA juga membekali peserta dengan langkah-langkah praktis untuk mencari pertolongan, mendukung korban, dan melaporkan kasus melalui mekanisme yang tersedia. Edukasi ini diharapkan dapat membangun keberanian siswa untuk speak up ketika menyaksikan ataupun mengalami tindakan kekerasan.
Melalui kegiatan ini, Satgas PPK UNESA kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Dengan melibatkan generasi muda sebagai sasaran utama, UNESA berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan yang turut menciptakan lingkungan belajar yang aman, saling menghormati, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Share It On: