Sinergi UNESA dan ITS: Bersama Lawan Kekerasan Seksual di Kampus

Kekerasan seksual menjadi salah satu tantangan utama di lingkungan kampus yang memerlukan perhatian serius. Program-program yang melibatkan mahasiswa, staf, dan dosen dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dapat membantu menciptakan budaya kampus yang lebih aman dan mendukung. Pada Jumat, 21 Juni 2024, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menunjukkan komitmennya dalam pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual dengan mengirimkan Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), Prof. Mutimmatul Faidah, M.Ag., untuk memberikan edukasi terkait PPKS di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Acara ini berlangsung di Auditorium Rektorat Kampus ITS Keputih dengan dihadiri oleh 130 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pimpinan, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan (tendik). Prof. Mutim menguraikan strategi-strategi Satgas PPKS UNESA dalam mengembangkan program pencegahan. Pencegahan kekerasan seksual di kampus harus melibatkan seluruh elemen civitas akademika, terutama mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa dapat berperan aktif dalam mengidentifikasi dan melaporkan kasus kekerasan seksual, serta menjadi agen perubahan melalui kegiatan-kegiatan edukatif. Pelibatan mahasiswa secara intensif juga dapat dilakukan dengan mengembangkan UKM Anti Kekerasan atau inisiatif kreatif lainnya yang mendorong kesadaran dan aksi nyata dalam pencegahan kekerasan seksual.
Dalam konteks penanganan kekerasan seksual, Prof. Mutim menyoroti pentingnya penguatan kapasitas Satgas PPKS dalam melakukan investigasi. Hal ini meniscayakan adanya pelatihan rutin dan peningkatan kapasitas bagi anggota Satgas PPKS untuk memastikan penanganan kasus kekerasan seksual yang efektif dan profesional. Ia juga menekankan bahwa tata kelola kampus harus mendukung upaya pencegahan kekerasan seksual, termasuk pengaturan jam kuliah yang strategis, regulasi perizinan kegiatan di luar jam kuliah, fasilitas sarana prasarana yang responsif terhadap keamanan, serta monitoring kondisi kampus secara berkelanjutan.

Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif yang menggali lebih dalam mengenai implementasi kebijakan dan strategi pencegahan.
Acara ini diakhiri dengan komitmen antara UNESA dan ITS untuk menjalin kerja sama dalam upaya pencegahan dan penolakan terhadap kekerasan seksual. Kedua institusi bersepakat untuk saling mendukung dan berbagi praktik terbaik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berintegritas. Dengan adanya kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak institusi pendidikan yang mengikuti jejak ini. Kesadaran yang meningkat, kebijakan yang tepat, dan tindakan yang nyata dapat membantu mengurangi dan mencegah kasus kekerasan seksual di kampus, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi semua.
Share It On: