Satgas PPKS Unesa Perkuat Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Politeknik dan Akademi Komunitas Regional Sulawesi Selatan

Penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi menjadi fokus penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua civitas akademika. Di tengah upaya nasional untuk mengatasi isu ini, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) turut berperan aktif. Iman Pasu Purba, M.H., Kepala Subdirektorat PPKS UNESA, menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) dengan tema "Penanganan Praktik Kekerasan Seksual oleh Satuan Tugas di Lingkungan Politeknik dan Akademi Komunitas Regional Sulawesi Selatan" pada 21 Juni 2024.
Kegiatan BIMTEK ini diadakan sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan satuan tugas di berbagai institusi pendidikan dalam menangani kasus kekerasan seksual. Iman Pasu Purba menyampaikan berbagai strategi dan langkah-langkah pencegahan serta penanganan kekerasan seksual yang telah diterapkan di UNESA. Ia menekankan pentingnya pendekatan holistik dan kolaboratif dalam menangani isu ini, mulai dari kebijakan institusional hingga dukungan psikologis bagi korban.
Dalam paparannya, Iman menjelaskan bahwa UNESA telah mengimplementasikan sejumlah inisiatif penting, termasuk pembentukan satuan tugas yang responsif, pelatihan berkelanjutan untuk tenaga pendidik dan kependidikan, serta kampanye kesadaran untuk seluruh mahasiswa. "Pencegahan kekerasan seksual memerlukan upaya kolektif dari seluruh elemen kampus. Di UNESA, kami fokus pada pendidikan dan pelatihan, serta menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah diakses dan ramah korban," ujarnya.
Iman juga membahas tentang pentingnya menciptakan budaya kampus yang menghargai dan melindungi hak setiap individu. Ia memaparkan tentang berbagai program yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam kampanye anti-kekerasan seksual dan pentingnya dukungan dari pimpinan institusi dalam memastikan kebijakan dan tindakan nyata diterapkan secara konsisten.
Peserta BIMTEK menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam sesi tanya jawab. Mereka menggali lebih dalam mengenai implementasi kebijakan yang efektif dan cara mengatasi tantangan yang dihadapi di lapangan. Iman memberikan berbagai contoh kasus dan solusi praktis yang bisa diadopsi sesuai dengan konteks masing-masing institusi.

Acara ini menjadi momen penting bagi institusi pendidikan di Sulawesi Selatan untuk memperkuat upaya mereka dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual. Dengan berbagi pengalaman dan praktik terbaik dari UNESA, diharapkan setiap institusi dapat membangun sistem penanganan kekerasan seksual yang lebih kuat dan efektif.
Melalui kegiatan seperti BIMTEK ini, UNESA terus menunjukkan komitmennya dalam memerangi kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Kolaborasi antara institusi pendidikan dalam berbagi pengetahuan dan strategi penanganan adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua mahasiswa dan staf. Dengan demikian, pendidikan tinggi di Indonesia dapat menjadi tempat yang lebih baik untuk belajar dan berkembang tanpa rasa takut akan kekerasan atau pelecehan.
Share It On: