Satgas PPKS Unesa Memperkuat Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Politeknik dan Akademi Komunitas Area Sumatera

Satgas PPKS Unesa kembali diberi kepercayaan oleh Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek untuk memberikan penguatan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi area Sumatra, khususnya di lingkungan Politeknik dan Akademi Komunitas. Kegiatan Bimbingan Teknis Praktik Penanganan Kekerasan Seksual ini dilaksanakan di Medan pada 3 - 4 Juni 2024, di Hotel Radisson Medan.
Kegiatan ini dihadiri oleh 65 orang utusan Satgas PPKS di lingkungan Politeknik dan Akademi Komunitas mulai dari Lampung hingga Aceh. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Bimbingan Teknis (BIMTEK) ini dibuka langsung oleh Irjen Kemendikbudristek, Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H.
Pada sambutannya, Irjen Kemendikbudristek menegaskan bahwa penanganan kekerasan seksual harus dilaksanakan dengan holistik dan penguatan kelembagaan Satgas PPKS harus menjadi perhatian para pemimpin kampus. Kedepannya, penanganan kekerasan tidak hanya mencakup kekerasan seksual, tetapi akan ada perluasan kekerasan lainnya yaitu perundungan dan diskriminasi intoleransi. Saat ini, peraturannya sedang dalam proses perubahan dan akan segera ditetapkan.
Secara spesifik, Iman Pasu Purba menjelaskan terkait peran strategis dan urgensi penguatan lembaga Satgas PPKS, tren kasus kekerasan seksual, tips dan trik penanganan kasus kekerasan seksual, serta mengukur sanksi yang adil dan proporsional. Iman dalam paparannya juga menegaskan perlunya kerjasama antar lembaga untuk bisa menangani kasus kekerasan seksual sampai tuntas, terutama apabila terlapor melibatkan pihak eksternal.
Narasumber lain adalah Sri Wiyanti Eddyono S.H., LL.M.(HR), Ph.D dari Satgas PPKS UGM yang mempaparkan kembali teknis penanganan kasus dan memperkuat langkah-langkah penanganan kasus sesuai praktik baik yang dikerjakan di lingkungan UGM. Selain itu, khusus penanganan korban dan upaya melibatkan lembaga layanan lain untuk pemulihan korban, Itjen mengundang Y. Dian Indraswari, Direktur Yayasan Pulih.
Antusias peserta sangat baik terlihat dari pertanyaan dan respons di setiap sesi. Tantangan-tanganan yang dialami masing-masing Satgas PPKS ini dapat dibahas dan dikaji bersama-sama berdasarkan paparan dari tiga orang narasumber. Kampus yang aman dan nyaman bukan hanya Impian saja, melainkan keharusan yang harus dicapai dengan serius.
Share It On: