Di tengah maraknya kasus relasi toksik di kalangan remaja, pentingnya edukasi mengenai relasi sehat semakin mendesak. Untuk menangani isu ini, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengambil langkah proaktif dengan berpartisipasi sebagai narasumber dalam seminar bertema "Penguatan Relasi Sehat Anti Kekerasan" yang diadakan di SMA Muhammadiyah 1 Taman pada 16 Juli 2024. Iman Pasu Purba, M.H., Kepala Subdirektorat PPKS UNESA, hadir sebagai delegasi untuk memberikan penjelasan mendalam mengenai relasi sehat, cara menjauhi relasi toksik, serta berbagai jenis kekerasan yang perlu diwaspadai.
Iman Pasu Purba dalam seminar ini menjelaskan bahwa relasi sehat adalah fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, terutama bagi remaja yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri. Ia menekankan bahwa relasi sehat didasarkan pada saling menghormati, komunikasi yang jujur, dan dukungan emosional yang positif.
Lebih lanjut, Iman juga menguraikan berbagai jenis kekerasan yang bisa terjadi dalam hubungan, baik itu kekerasan fisik, verbal, emosional, hingga kekerasan digital. Ia menjelaskan bagaimana kekerasan dalam bentuk apapun dapat merusak kesehatan mental dan fisik seseorang. Selain memberikan materi, Iman juga memfasilitasi diskusi interaktif yang mengundang partisipasi aktif dari para siswa. Mereka diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan tentang relasi sehat.
Seminar ini berjalan dengan lancar dan diikuti dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Mereka mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya membangun relasi yang sehat dan bagaimana cara mengidentifikasi serta menghindari relasi yang toksik. Para siswa juga diberikan pemahaman tentang dampak buruk dari kekerasan dalam hubungan dan pentingnya saling mendukung satu sama lain untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.
Iman menutup pemaparan materinya dengan menyampaikan pesan bahwa setiap individu berhak untuk hidup dalam hubungan yang sehat dan bebas dari kekerasan. Ia mengajak seluruh siswa untuk menjadi agen perubahan dalam lingkungan mereka dengan menyebarkan nilai-nilai relasi sehat dan anti kekerasan.
Dengan edukasi yang konsisten dan komprehensif seperti ini, diharapkan remaja dapat lebih bijak dalam membangun hubungan sosial mereka dan terhindar dari bahaya relasi toksik. Seminar ini menjadi salah satu upaya nyata dari Satgas PPKS UNESA dalam menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya relasi sehat dan bebas dari kekerasan.