Mewujudkan Sekolah Nir Kekerasan: Sosialisasi TPPK di SMPN 13 Surabaya Perkuat Komitmen Pendidikan Aman

Surabaya, 22 Oktober 2024 – SMPN 13 Surabaya menjadi tuan rumah acara Sosialisasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang dihadiri oleh perwakilan dari sekolah dasar negeri dan swasta di Kota Surabaya. Acara ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan dasar, khususnya di tingkat SD. Dihadiri oleh kepala sekolah, guru, serta anggota tim PPK, kegiatan ini berfokus pada membangun kerja sama lintas sekolah demi menciptakan lingkungan yang aman bagi para siswa.
Narasumber utama pada sosialisasi ini adalah Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., Direktur Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Prof. Mutim memperkenalkan "Paradigma Baru Sekolah Nir Kekerasan" sebagai konsep utama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung bagi para siswa.
Dalam materinya, Prof. Mutim menjelaskan bahwa paradigma sekolah nir kekerasan tidak hanya menekankan pentingnya pencegahan kekerasan fisik, tetapi juga mengatasi kekerasan verbal, psikologis, dan emosional. “Kita perlu menciptakan budaya sekolah yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan, di mana setiap siswa merasa dihargai, diterima, dan aman,” tegasnya. Prof. Mutim juga menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan yang cepat terhadap setiap indikasi kekerasan yang muncul di lingkungan sekolah.
Prof. Mutim juga memaparkan beberapa poin penting dari paradigma baru ini, seperti pendekatan restorative dalam menyelesaikan konflik di sekolah, yang berfokus pada pemulihan hubungan sosial antara korban dan pelaku, serta pentingnya pendidikan karakter yang mengajarkan siswa keterampilan sosial dan emosional. “Anak-anak perlu diajarkan untuk berempati, memahami perasaan orang lain, serta menyelesaikan konflik dengan cara yang damai,” tambahnya.
Acara ini dihadiri oleh Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dari SD Negeri dan Swasta se-Kota Surabaya. Diskusi interaktif antara peserta dengan narasumber menciptakan suasana kolaboratif, di mana mereka berbagi pengalaman dalam menangani kekerasan di sekolah masing-masing serta tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan program pencegahan kekerasan.
Acara diakhiri dengan ungkapan komitmen bersama oleh seluruh peserta untuk terus mendukung dan menjalankan program pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan mereka masing-masing. Komitmen ini merupakan langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara sekolah-sekolah di Surabaya dalam mewujudkan paradigma sekolah nir kekerasan. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan setiap sekolah dasar di Kota Surabaya dapat menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa, sehingga mereka dapat belajar dan berkembang dengan maksimal tanpa ancaman kekerasan.
Share It On: