Hari Studi Guru: SMP Santo Carolus Undang Satgas PPKS Unesa Cegah dan Tangani Kekerasan di Sekolah

Masih maraknya kasus kekerasan di sekolah, seperti perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan diskriminasi/intoleransi, mendorong berbagai pihak untuk mengambil tindakan preventif dan edukatif. Upaya ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh institusi pendidikan dan organisasi terkait. Salah satu contohnya adalah kegiatan yang diadakan oleh SMP Santo Carolus yang menggandeng Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai narasumber dalam kegiatan pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah.
Kegiatan ini diadakan pada Hari Studi Guru, Sabtu, 8 Juni 2024, di Aula SMP Santo Carolus dan dihadiri oleh 20 guru serta pimpinan sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para guru mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah.
Iman Pasu Marganda, narasumber dari Satgas PPKS UNESA, memberikan paparan yang mendalam mengenai Permendikbudristek 46 Tahun 2023 tentang Kekerasan di Satuan Pendidikan. Dalam paparannya, Iman menjelaskan secara rinci regulasi tersebut yang mencakup berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan, kekerasan seksual, dan diskriminasi/intoleransi. Iman menekankan pentingnya peran guru dan sekolah dalam mencegah dan menangani kekerasan agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
Selain itu, Iman juga berbagi berbagai strategi dan pendekatan praktis yang bisa diterapkan oleh guru dalam mendeteksi dan menangani kasus kekerasan di sekolah. Diskusi dan sesi tanya jawab yang interaktif menambah nilai dari kegiatan ini, di mana para peserta dapat langsung berkonsultasi dan mencari solusi dari kasus-kasus yang sedang atau mungkin dihadapi.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para peserta. Para guru dan pimpinan sekolah mengaku mendapatkan banyak wawasan dan pengetahuan baru yang sangat berguna dalam menjalankan tugas mereka sehari-hari. Mereka berharap agar kegiatan seperti ini bisa diadakan secara rutin dan melibatkan lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan.
Kita semua memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Kekerasan di sekolah bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan organisasi terkait seperti Satgas PPKS UNESA, kita dapat bersama-sama mencegah dan menangani kasus kekerasan, demi masa depan generasi penerus yang lebih baik dan berkarakter.
Share It On: