SMCC UNESA Bekali Konselor Sebaya dengan Keterampilan Asesmen Awal
Sebagai upaya memperkuat layanan pendampingan psikologis di lingkungan kampus, Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan pelatihan bagi para konselor sebaya pada 8 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas konselor sebaya agar mampu memberikan pendampingan awal yang tepat kepada mahasiswa yang membutuhkan dukungan.
Pelatihan menghadirkan Zahara Safitri, psikolog dari Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) UNESA, sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai keterampilan asesmen awal, yaitu kemampuan dasar yang penting dimiliki konselor sebaya sebelum memberikan pendampingan lebih lanjut atau melakukan rujukan kepada tenaga profesional.
Zahara menjelaskan bahwa asesmen awal tidak dimaksudkan untuk memberikan diagnosis psikologis, melainkan sebagai proses mengenali kondisi awal individu yang datang untuk berkonsultasi. Melalui asesmen tersebut, konselor sebaya dapat memahami bagaimana seseorang memandang dan memproyeksikan dirinya, termasuk emosi, pikiran, maupun situasi yang sedang dihadapi.
Selama pelatihan, para peserta diajak untuk memahami berbagai aspek yang perlu diperhatikan saat melakukan asesmen, seperti membangun komunikasi yang nyaman, mendengarkan secara aktif, mengamati respons verbal maupun nonverbal, serta menjaga sikap empati tanpa memberikan penilaian terhadap permasalahan yang disampaikan oleh konseli.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen SMCC UNESA dalam memperkuat peran konselor sebaya sebagai garda terdepan layanan dukungan psikososial di lingkungan kampus. Dengan bekal keterampilan asesmen awal, diharapkan para konselor sebaya mampu memberikan bantuan awal yang lebih efektif, sekaligus menjadi penghubung bagi mahasiswa yang memerlukan penanganan lebih lanjut dari tenaga profesional.
Share It On: