Peningkatan Kompetensi Tim BK Fakultas UNESA Perkuat Kapasitas Pendampingan Mahasiswa Melalui Ego State Therapy
Direktorat
Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya
(UNESA) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan
Kompetensi Tim Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas pada
Selasa, 4 Agustus 2026, bertempat di Ruang Sidang Lantai 6 Gedung Rektorat
UNESA. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Tim BK Fakultas di lingkungan UNESA
sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendampingan dan konseling bagi
mahasiswa.
Kegiatan menghadirkan Mochamad Nursalim sebagai narasumber yang menjelaskan terkait "Intervensi Ego State Therapy untuk Membantu Penyelesaian Permasalahan Mahasiswa". Nursalim menjelaskan pentingnya memahami dinamika psikologis mahasiswa sebagai dasar dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang tepat. Melalui pendekatan Ego State Therapy, peserta diajak memahami bahwa setiap individu memiliki berbagai kondisi ego (ego states) yang memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan berperilaku. Pemahaman terhadap kondisi tersebut dapat membantu konselor mengidentifikasi akar permasalahan serta menentukan strategi intervensi yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Penyampaian
materi berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi mengenai
berbagai permasalahan yang kerap dihadapi mahasiswa di lingkungan perguruan
tinggi. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan serta berbagi
pengalaman dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa, sehingga terjadi
pertukaran gagasan yang memperkaya wawasan seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, Tim BK Fakultas diharapkan semakin memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan layanan konseling yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa. Peningkatan kompetensi ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Negeri Surabaya untuk terus memperkuat sistem pendampingan mahasiswa, baik dalam menghadapi persoalan akademik maupun nonakademik, sehingga tercipta lingkungan kampus yang lebih sehat, suportif, dan inklusif.
Share It On: