UNESA Gelar Tes Urine Guna Wujudkan Lingkungan Kampus Bebas dari Narkoba

Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu ancaman terbesar bagi masa depan generasi muda di Indonesia, terutama pada aspek pendidikan. Sebagai institusi yang mengedepankan marwah kependidikan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menunjukkan komitmen kuat dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba dengan menggelar Tes Urine Narkotika pada Jumat, 14 Juni 2024, di Lantai 1 Gedung LPSP Kampus 2 Lidah Wetan. Kegiatan ini diorganisir oleh Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC) UNESA bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur.
Melalui wawancara, Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha, Dr. Bachtiar Syaiful Bachri, M.Pd., menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif kampus terhadap penyalahgunaan narkoba. "UNESA berkomitmen dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan tes urine yang wajib diikuti oleh tenaga pendidik dan pimpinan di UNESA," ujarnya. Bachtiar juga menyatakan pentingnya pelaksanaan tes urine secara berkala dan mencakup sampel yang lebih beragam di masa mendatang. "Tes urine harus dilakukan secara rutin dengan distribusi sampel yang merata di seluruh civitas UNESA yang belum berkesempatan hari ini," tambahnya.
Masduki, S.H., M.H., Ketua Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), menegaskan bahwa UNESA sangat berkomitmen dalam deteksi dini melalui tes urine. Ia juga menjelaskan bahwa UNESA menjalankan program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) setiap tahun sebagai upaya untuk mempersempit ruang gerak penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus.
Kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Pertama, tes urine dilakukan terhadap 130 pimpinan dan 30 mahasiswa yang dipilih secara acak. Dilanjutkan dengan presentasi hasil karya mahasiswa yang mengembangkan media anti-narkotika berbasis modul, serta talkshow anti-narkotika yang menghadirkan Direktur PPG dan Masduki dari BNNP Jatim sebagai narasumber.
UNESA berharap melalui berbagai kegiatan ini dapat menciptakan lingkungan kampus yang aman dan sehat dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Program ini juga menekankan pentingnya kesadaran dan kewaspadaan seluruh anggota akademis untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, serta mengedukasi tentang pentingnya rehabilitasi bagi mereka yang membutuhkan.
Dengan komitmen yang kuat, UNESA berupaya memberikan kontribusi positif dalam menjaga kesehatan dan masa depan generasi muda, serta membangun lingkungan belajar yang kondusif dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Share It On: