Budak Cinta atau Budak Emosi? PODCAMPUS Satgas PPK UNESA Ajak Mahasiswa Kenali Pacaran Toxic
Relasi pacaran kerap dipandang sebagai ruang berbagi rasa sayang dan dukungan emosional. Namun, tidak sedikit relasi yang justru berubah menjadi sumber tekanan, kecemasan, bahkan kehilangan jati diri. Fenomena toxic relationship masih sering dianggap wajar, terutama di kalangan generasi muda. Toxic relationship ditandai dengan adanya kontrol berlebihan, manipulasi emosi, hingga minimnya rasa saling menghargai. Relasi semacam itu dapat berdampak serius pada kesehatan mental dan emosional.
Merespons realitas tersebut, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menghadirkan PODCAMPUS (Podcast Campus) sebagai media edukasi sekaligus kampanye pencegahan kekerasan. Program ini dikemas dalam diskusi santai namun reflektif, dengan tujuan mendekatkan isu-isu relasi personal kepada mahasiswa secara lebih relevan dan kontekstual.
Pada episode perdananya, PODCAMPUS mengangkat tema “Budak Cinta atau Budak Emosi? Ngomongin Pacaran Toxic Tanpa Drama” yang secara khusus membahas dinamika pacaran tidak sehat di kalangan mahasiswa. Siaran ini berlangsung pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 13.30 WIB melalui YouTube Official UNESA dan disiarkan secara langsung melalui Instagram @satgasppk_unesa. Podcast ini juga dirancang sebagai ruang aman untuk membicarakan persoalan relasi yang kerap disepelekan, tetapi memiliki dampak jangka panjang bagi kesejahteraan mahasiswa.
Silkania Swarizona, Dosen Ilmu Politik UNESA, menjadi narasumber utama, dengan Jesica Teresya Roni Putri dari unsur mahasiswa Satgas PPK UNESA sebagai moderator. Percakapan berlangsung interaktif dengan mengulas berbagai bentuk pacaran toxic, mulai dari relasi yang dipenuhi sikap posesif, manipulasi emosional, hingga pembenaran konflik berlebihan atas nama cinta.

Dalam pemaparannya, Silkania menekankan bahwa hubungan yang sehat harus dibangun di atas kesadaran diri, komunikasi yang terbuka, serta posisi yang setara antara kedua belah pihak. Mahasiswa diajak untuk lebih peka mengenali tanda-tanda hubungan tidak sehat sejak awal, sekaligus memahami bahwa cinta tidak semestinya melahirkan rasa takut, tekanan, atau mengikis identitas diri. Ia juga menguraikan langkah-langkah yang dapat ditempuh ketika seseorang terjebak dalam hubungan yang tidak aman, termasuk pentingnya mencari dukungan dan berani mengambil keputusan untuk melindungi diri.
Melalui PODCAMPUS, Satgas PPK UNESA menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi relasi sehat di lingkungan kampus. Program ini diharapkan menjadi sarana edukasi berkelanjutan yang mampu menjangkau mahasiswa secara lebih dekat, sekaligus mendukung terwujudnya kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
Share It On: