SMCC UNESA Teguhkan Komitmen Zero Accident lewat Rapat Koordinasi SIM K3
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Satuan Mitigasi Crisis Center (SMCC) kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan tanggap darurat melalui kegiatan Rapat Koordinasi SIM K3 Selingkung UNESA yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Juni 2025 di Ruang Rapat Rektorat Lantai 5, Kampus UNESA Ketintang. Kegiatan ini dihadiri oleh, Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strateegus (PPIS) UNESA Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, S.Ag, M.Ag, Kepala Sub Direktorat SMCC Dr. Wiryo Nuryono, M.Pd, serta Kasi K3 dan Kebencanaan SMCC, Dr. Aghus Syifaq, S.Or, M.Pd, beserta perwakilan Tim K3 dari berbagai fakultas.
Rapat ini diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan sistem informasi manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SIM K3) serta peningkatan kesiapsiagaan seluruh elemen kampus terhadap potensi risiko seperti kebakaran, bunuh diri di gedung tinggi, dan kecelakaan kerja lainnya. “UNESA telah mendapatkan pengakuan sebagai kampus Zero Accident oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Gubernur Jawa Timur dalam tiga tahun terakhir. Namun, tantangan tetap ada, maka kami mendorong semua fakultas membentuk Tim K3, melengkapi dokumen dan peralatan keselamatan, serta rutin melakukan inspeksi,” ungkap Prof. Mutimmatul Faidah.
Kegiatan ini juga membahas pentingnya struktur organisasi K3 di tingkat fakultas dan prodi, pengadaan pelatihan kebencanaan, serta penguatan prosedur perizinan kegiatan mahasiswa yang terintegrasi dalam sistem K3. Dalam pemaparan teknis, Dr. Aghus Syifaq menyampaikan perlunya evaluasi kondisi gedung serta pengadaan pelatihan pemadam kebakaran yang akan diselenggarakan pada 20 September 2025.

Sementara itu, Dr. Wiryo Nuryono menegaskan bahwa sistem K3 tidak hanya berlaku di tingkat universitas, tetapi harus diturunkan hingga ke program studi. Saat ini, beberapa fakultas seperti Psikologi, FIP, FK, dan FISIPOL telah memiliki SK Tim K3 sebagai dasar penguatan sistem K3 selingkung. “Langkah koordinatif ini menjadi penting sebagai bagian dari persiapan akreditasi internasional dan nasional, serta untuk menciptakan budaya kerja yang aman di lingkungan kampus,” pungkas Prof. Mutim.
Rapat koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat implementasi sistem K3 secara menyeluruh di UNESA dan menjadi contoh praktik baik penerapan manajemen keselamatan kerja di lingkungan pendidikan tinggi.
Share It On: