SMCC UNESA Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tim Konselor Kampus
Pada Kamis, 14 Agustus 2025, puluhan konselor dari berbagai fakultas di Universitas Negeri Surabaya (UNESA hadir dengan penuh antusias untuk mengikuti Training of Trainer (TOT) Bimbingan dan Konseling (BK) yang diselenggarakan oleh Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC) Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS). Bukan sekadar forum pelatihan, kegiatan ini dirancang menjadi wadah penguatan kapasitas sekaligus ruang kolaborasi bagi para konselor yang selama ini menjadi pendamping utama mahasiswa dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan kampus.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Dr. Retno Tri Hariastuti, M.Pd., Kons., Kasi Etik dan Bimbingan Konseling SMCC UNESA. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa peran konselor di perguruan tinggi tidak bisa dianggap remeh. Mahasiswa kerap berhadapan dengan berbagai tantangan, mulai dari tekanan akademik, permasalahan keluarga, persoalan ekonomi, hingga krisis identitas diri. Semua itu membutuhkan pendampingan yang serius agar mahasiswa dapat melalui masa studi dengan sehat, tangguh, dan penuh daya saing.
Selama pelatihan, para peserta diajak menggali pengalaman masing-masing dalam menghadapi kasus-kasus mahasiswa, berbagi strategi penanganan, sekaligus merumuskan inovasi baru untuk memperkuat layanan konseling. Tidak sedikit peserta yang menuturkan tantangan mereka selama mendampingi mahasiswa, mulai dari kasus tekanan psikologis akibat perkuliahan daring pascapandemi, hingga mahasiswa yang mengalami krisis karena persoalan pribadi yang berat. Forum diskusi ini kemudian menjadi ruang refleksi bersama, sekaligus ajang saling menguatkan antar konselor lintas fakultas.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan bekal teknis tentang cara menangani krisis yang mungkin muncul secara tiba-tiba, baik krisis individu maupun krisis kolektif yang berdampak pada lingkungan kampus. Peserta diajak untuk memahami pola-pola krisis mahasiswa, meningkatkan keterampilan komunikasi empatik, serta membangun sistem kolaborasi lintas unit di universitas. Dengan begitu, layanan bimbingan dan konseling tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu berperan preventif dan solutif.
Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran konselor di UNESA. Hasil pelatihan tidak hanya memberi tambahan pengetahuan, tetapi juga memperkaya jejaring kerja sama yang lebih solid di antara konselor. Melalui TOT ini, SMCC UNESA meneguhkan komitmennya menjadikan konselor sebagai garda depan dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, inklusif, dan kondusif. Kehadiran konselor yang sigap dan profesional diharapkan mampu menjadi jawaban atas kompleksitas persoalan mahasiswa, sekaligus pilar penting dalam membentuk generasi muda yang sehat mental, resilien, dan mampu bersaing di tingkat global.
Share It On: