Satgas PPKPT UNESA Gelar E-Safe Camp Bahas Orientasi Seksual dan Identitas Gender
Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menginisiasi E-Safe Camp, sebuah program webinar rutin yang dirancang untuk mahasiswa penggerak anti kekerasan selama masa liburan. Kegiatan ini menjadi ruang belajar daring seputar tema penting seperti relasi sehat, keamanan digital, serta isu-isu kekerasan berbasis gender. Pada episode perdananya yang diselenggarakan pada 19 Juli 2025 secara daring melalui Zoom Meeting, E-Safe Camp mengangkat topik “Orientasi Seksual dan Identitas Gender: Edukasi Empati dan Etika di Lingkungan Kampus.”
Menghadirkan dua narasumber inspiratif dari kalangan mahasiswa, yakni Hendrik Susilo, Mahasiswa Penggerak Anti Kekerasan UNESA, serta Jesica Putri, unsur mahasiswa dari Satgas PPKPT UNESA, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari mahasiswa lintas jurusan yang hadir sebagai peserta. Keduanya menyajikan pemaparan mendalam tentang isu-isu sensitif seputar orientasi seksual dan identitas gender yang kerap kali menjadi ruang abu-abu dalam diskursus kampus.
Para narasumber menjelaskan perbedaan mendasar antara jenis kelamin biologis, gender sebagai konstruksi sosial, orientasi seksual yang bersifat personal, serta ekspresi gender yang tampak di permukaan. Dalam sesi pemaparannya, Hendrik menekankan bahwa sering kali krisis identitas, tekanan sosial, dan narasi kebebasan tanpa arah nilai membuat mahasiswa rentan terjebak dalam konflik batin yang panjang. Jesica menambahkan bahwa penting bagi lingkungan kampus untuk menjadi ruang yang aman dan empatik tanpa mengabaikan pijakan nilai dan etika.
Diskusi berlangsung dinamis dan dua arah. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan, mengutarakan opini, serta membagikan pengalaman pribadi yang membuka perspektif baru bagi banyak pihak. Lebih dari sekadar edukasi, kegiatan ini menjadi ruang dialog yang menghidupkan semangat inklusi dan penghargaan terhadap keberagaman di dalam kehidupan akademik.
Melalui kampanye “Speak, Act, Fight, Empower,” Satgas PPKPT UNESA menegaskan bahwa keberanian untuk menyuarakan kebenaran, bertindak melawan kekerasan, dan memperkuat solidaritas adalah langkah penting dalam membangun kampus yang beradab. Slogan “Kita peduli, tapi tidak permisif. Kita mendampingi, tapi tidak ikut arus. Kita hadir, untuk menguatkan yang rapuh tanpa menggadaikan nilai” menjadi napas dari keseluruhan acara, menggarisbawahi bahwa empati dan etika adalah kunci dalam merespons isu-isu kompleks yang tengah dihadapi dunia pendidikan tinggi.
E-Safe Camp ini menjadi langkah awal dari rangkaian panjang edukasi kesadaran gender yang akan terus digagas oleh Satgas PPKPT UNESA. Harapannya, semangat literasi kritis, kepekaan sosial, dan nilai kemanusiaan akan semakin mengakar kuat di lingkungan kampus demi mewujudkan ruang akademik yang aman, sehat, dan bebas kekerasan.
Share It On: