Relasi Digital: Bahaya di Balik Layar yang Mengintai Mahasiswa

Pada era digital yang semakin canggih, relasi antarmanusia mengalami perubahan besar. Komunikasi yang dulu membutuhkan tatap muka kini beralih ke perangkat digital yang mempermudah interaksi dari jarak jauh. Perubahan ini membawa banyak manfaat, terutama bagi kalangan mahasiswa yang terbiasa dengan teknologi. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersembunyi bahaya yang perlu diwaspadai, seperti yang diungkap dalam acara Specta 2024 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Sabtu, 21 September 2024.
Duta Anti Kekerasan Seksual UNESA, Hendrik, menjadi pembicara utama dalam acara tersebut. Ia menyoroti isu penting mengenai "Relasi Digital". Hendrik menjelaskan bagaimana relasi yang terjalin melalui perangkat digital dapat berujung pada kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Hendrik memaparkan contoh nyata yang terjadi di kalangan mahasiswa UNESA, di mana hubungan yang awalnya terbangun melalui media sosial atau platform digital lainnya berujung pada kekerasan seksual. Ketimpangan relasi kuasa, baik berdasarkan posisi, gender, atau faktor lainnya, menjadi penyebab utama dalam banyak kasus semacam ini.
Ia juga menekankan bahwa banyak mahasiswa tanpa disadari berada dalam posisi rentan. Kekerasan seksual digital bisa terjadi melalui paksaan, manipulasi emosional, atau penyalahgunaan kepercayaan yang terbangun dalam hubungan digital. Para mahasiswa yang hadir tampak terkejut dengan contoh kasus yang disampaikan. Kesadaran mereka meningkat seiring dengan materi yang diberikan, terutama ketika Hendrik menjelaskan betapa pentingnya menjaga privasi dan berhati-hati dalam berinteraksi di dunia maya.

Sesi tanya jawab semakin memperlihatkan antusiasme para peserta. Beberapa mahasiswa ingin tahu lebih dalam tentang langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil, baik dalam melindungi diri maupun membantu teman-teman yang mungkin menjadi korban kekerasan seksual digital. Hendrik menutup sesi dengan pesan kuat, "Berhati-hatilah dalam menggunakan media digital, karena apa yang kita lakukan di dunia maya dapat membawa konsekuensi jangka panjang." Ia juga mengingatkan, siapa saja yang mengalami atau mengetahui kasus kekerasan seksual di lingkungan UNESA, dapat melaporkannya melalui Hotline Pengaduan Satgas PPKS UNESA.
Acara ini menjadi pengingat penting bagi mahasiswa untuk lebih bijak dalam membangun relasi digital. Teknologi memberikan banyak kemudahan, tetapi juga membawa risiko baru. Oleh karena itu, menjaga privasi dan bertanggung jawab dalam berinteraksi di dunia digital sangatlah penting. Dengan adanya edukasi seperti ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih waspada dan mampu melindungi diri dari ancaman kekerasan seksual yang semakin berkembang di era digital.
Share It On: