PSDKU UNESA bersama Direktorat PPIS Tekankan Pentingnya Mental Sehat dan Lingkungan Kampus Bebas Kekerasan
Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Magetan menyelenggarakan webinar bertajuk “Ketahanan Mental Mahasiswa Baru” pada Jumat, 3 Oktober 2025, pukul 09.00–11.00 WIB melalui platform Zoom. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi mahasiswa baru angkatan 2025 sebagai langkah strategis dalam menyiapkan kesiapan mental dan psikologis mereka menghadapi berbagai dinamika kehidupan kampus.
Webinar ini hadir untuk memberikan pemahaman mendalam tentang proses adaptasi akademik sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu-isu sosial yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental mereka. Melalui kegiatan ini, PSDKU UNESA Magetan berupaya memastikan mahasiswa baru tidak hanya siap secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tekanan dan perubahan lingkungan yang cepat.
Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Dr. Bakhrudin All Habsy, M.Pd., Koordinator Bimbingan dan Konseling Kampus UNESA 5 Magetan, serta Iman Pasu Purba, S.H., M.H., Kasubdit PPK dan Isu Strategis sekaligus Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKPT) UNESA.
Dalam sesi pertama, Dr. Bakhrudin All Habsy membahas berbagai tantangan umum yang dialami mahasiswa baru, seperti rasa rindu rumah (homesick), kejutan budaya (culture shock), hingga penyesuaian terhadap sistem perkuliahan yang berbeda dari masa sekolah. Ia menjelaskan bahwa perasaan homesick merupakan hal yang wajar dialami oleh mahasiswa yang baru berpisah dari keluarga dan lingkungan asalnya. Untuk mengatasinya, mahasiswa dianjurkan untuk tetap menjaga komunikasi dengan keluarga, aktif mengikuti kegiatan sosial maupun hobi, serta membangun jaringan pertemanan baru.
Selain itu, mahasiswa juga diimbau untuk memanfaatkan berbagai layanan kampus, termasuk myUnesa dan E-Konseling, mengenali karakteristik dosen, serta mempersiapkan diri menghadapi Tes English Proficiency (TEP) sebagai salah satu persyaratan kelulusan. Menurutnya, kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi merupakan kunci untuk menghadapi berbagai tantangan akademik dan sosial di dunia perkuliahan.
Sementara itu, pada sesi kedua, Iman Pasu Purba, S.H., M.H. memaparkan isu penting terkait kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Permendikbud No. 55 Tahun 2024, bentuk kekerasan yang dilarang meliputi kekerasan fisik, psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, hingga intoleransi. Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang kini banyak dialami oleh mahasiswa generasi Z dan berdampak serius pada kesehatan mental mereka, seperti kecemasan, depresi, dan menurunnya produktivitas belajar.
Sebagai langkah pencegahan, Iman mengajak mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam kampanye kesadaran di kampus, mengikuti program pendidikan tentang kesetaraan gender, serta menggunakan teknologi digital secara bijak untuk menyebarkan pesan positif. Ia menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang mampu menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Melalui kegiatan ini, PSDKU UNESA Magetan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mahasiswa yang memiliki ketahanan mental kuat, empati sosial tinggi, dan kesadaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan kampus.
Share It On: