Laju Harmoni Bangsa: Refleksi Mahasiswa UNESA untuk Kampus yang Aman dan Inklusif
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS), khususnya Subdirektorat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) UNESA, menyelenggarakan kegiatan reflektif bertajuk “Laju Harmoni Bangsa” pada Minggu, 27 April 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen UNESA dalam mendorong terciptanya lingkungan kampus yang aman, sehat, dan inklusif dari kekerasan serta diskriminasi. Melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan, kegiatan ini menggabungkan pendekatan edukatif dan rekreatif melalui perjalanan tematik yang sarat nilai dan makna.
Rangkaian kegiatan diselenggarakan di luar kampus dengan mengunjungi sejumlah tempat edukatif. Destinasi pertama adalah makam Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Setelah berdoa bersama di makam Gus Dur, peserta diarahkan menuju Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari. Di museum ini, peserta diajak mengenal lebih dalam tentang sejarah dan kontribusi K.H. Hasyim Asy’ari hingga Gus Dur dalam membangun fondasi keislaman dan nasionalisme Indonesia. Melalui berbagai koleksi artefak, dokumen, dan multimedia yang tersedia, peserta dapat mengeksplorasi nilai-nilai kebangsaan serta warisan keagamaan yang tetap relevan hingga saat ini.
Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga menumbuhkan rasa hormat terhadap perjuangan para ulama dan tokoh bangsa. Usai menjelajahi museum, peserta mengikuti sesi diskusi reflektif yang bertujuan menggali makna dari kunjungan tersebut sekaligus memotivasi mereka untuk terus merawat semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Destinasi terakhir yang dikunjungi adalah situs Maha Vihara Majapahit di Mojokerto, yang juga menjadi lokasi patung Buddha Tidur. Peserta menyusuri kompleks vihara yang megah dan mengamati arsitektur khas yang memadukan nilai-nilai historis dan spiritual. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai filosofi ajaran Buddha serta peran penting vihara sebagai tempat ibadah dan pusat pembelajaran. Kunjungan ini memperkaya perspektif peserta terhadap keberagaman budaya dan kepercayaan di Indonesia, serta menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghargai antarumat beragama.
Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk membuka ruang diskusi seputar isu-isu yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, seperti kekerasan berbasis gender, hubungan yang tidak sehat (toxic relationship), hingga pentingnya membangun support system yang sehat antar teman sebaya. Dalam suasana yang akrab dan santai, peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai permainan interaktif, diskusi kelompok, serta sesi refleksi di setiap titik kunjungan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menanamkan nilai-nilai toleransi, kemanusiaan, dan kebhinekaan agar para mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungannya.
Share It On: