Direktorat PPIS UNESA Jaring Aspirasi Tendik untuk Wujudkan Kampus Aman dan Sehat
Pada 12–13 Februari 2026, Subdirektorat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dan Isu Strategis (PPKIS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan kegiatan Suara Pembuka Awal Tahun (SAMBAT) bagi tenaga kependidikan (tendik). Kegiatan ini digelar dalam dua sesi, yakni pada 12 Februari di Kampus Lidah Wetan dan 13 Februari di Kampus Ketintang, sebagai ruang dialog terbuka untuk menjaring aspirasi, keluhan, sekaligus masukan dari para tendik di lingkungan Unesa.
SAMBAT dirancang sebagai forum partisipatif yang memberi ruang aman bagi tenaga kependidikan untuk menyampaikan persoalan yang mereka rasakan dalam lingkungan kerja. Melalui kegiatan ini, Subdirekorat PPKIS berupaya membangun komunikasi dua arah antara pengelola kebijakan dan unsur pelaksana di lapangan, sehingga setiap suara dapat didengar dan ditindaklanjuti secara sistematis.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Putri Aisyiyah Rachma Dewi selaku Kepala Seksi Prevensi dan Intervensi. Ia membuka sesi dengan memperkenalkan Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis yang menaungi dua subdirektorat, yakni Subdirektorat Mitigasi Crisis Center dan Subdirektorat PPKIS. Penjelasan tersebut bertujuan agar para tendik memahami struktur kelembagaan serta peran masing-masing unit dalam menciptakan sistem perlindungan yang terintegrasi di lingkungan kampus.
Selanjutnya, ia memaparkan jenis-jenis kekerasan sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024. Pemaparan ini menekankan pentingnya kesadaran bersama terhadap berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, perundungan, maupun kekerasan berbasis digital. Para tendik diharapkan tidak hanya memahami regulasi tersebut, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan nirkekerasan.

Memasuki pokok acara, para peserta diberi kesempatan menyampaikan berbagai keluhan dan pengalaman yang mereka hadapi dalam dinamika kerja sehari-hari. Suasana diskusi berlangsung terbuka dan reflektif, menunjukkan antusiasme tendik dalam memanfaatkan forum ini sebagai ruang aspirasi. Dalam sesi tersebut, Kepala Subdirektorat PPKIS, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, bersama Rojil Nugroho Bayu Aji selaku Kepala Seksi Ideologi, Moderasi Beragama, dan Bela Negara (IMBBN), memberikan tanggapan serta umpan balik atas berbagai isu yang disampaikan.
Berbagai suara yang terkumpul dalam forum ini direncanakan akan dirangkum dan disampaikan kepada pimpinan universitas untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan prioritas kebijakan. Dengan demikian, SAMBAT tidak berhenti pada tahap diskusi, tetapi menjadi bagian dari proses perbaikan sistemik di lingkungan Unesa.
Sebagai bagian dari upaya pemetaan kondisi psikososial, peserta juga diminta mengisi formulir asesmen kesehatan mental. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesejahteraan mental tenaga kependidikan, sekaligus menjadi dasar dalam merancang program intervensi dan penguatan lingkungan kerja yang lebih suportif.
Melalui penyelenggaraan SAMBAT, Subdirektorat PPKIS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang kerja yang sehat, aman, dan responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika. Upaya ini sejalan dengan tagline Direktorat PPIS, “Aman Kampusnya, Sehat Civitasnya,” yang menjadi semangat bersama dalam membangun budaya kerja yang berkeadilan dan berkelanjutan di Unesa.
Share It On: