Bimtek Transformasi Pembelajaran dan Penguatan Karakter Anti Kekerasan SMPN 45 Surabaya di UNESA

Di era globalisasi dan teknologi yang semakin maju, guru dituntut untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan yang dinamis. Pada Rabu, 10 Juli 2024, guru-guru SMPN 45 Surabaya mengikuti Bimbingan Teknis yang diselenggarakan bersama Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), tepatnya di Gedung Rektorat lantai 9. Acara ini berfokus pada transformasi pembelajaran dengan paradigma baru serta penguatan karakter siswa yang anti kekerasan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan siswa secara holistik.
Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 45 guru itu dimulai dengan ice breaking yang berjalan seru dan penuh semangat. Setelah sesi ice breaking, acara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., yang menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS). Dalam sambutannya, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah menekankan pentingnya pemahaman dan implementasi pembelajaran yang berparadigma baru dan bebas dari kekerasan di sekolah.
Kemudian, Kepala SMP Negeri 45 Surabaya, Reni Indaryati, M.Pd., juga turut memberikan sambutan. Beliau menyampaikan harapannya agar para guru dapat menerapkan ilmu yang didapat dari Bimtek ini dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan aman bagi siswa.
Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., yang memberikan overview mengenai paradigma baru dalam pembelajaran dan pentingnya pendidikan yang bebas dari kekerasan. Beliau menjelaskan tentang Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023, berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di sekolah, dan konsep pembelajaran berdiferensiasi. Sesi ini juga melibatkan peserta dalam analisis model gunung es untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang biasanya terjadi di sekolah.
Materi kedua dibawakan oleh Iman Pasu Purba, M.H., yang membahas penanganan kekerasan di lingkungan sekolah. Setelah itu, peserta diajak untuk melakukan studi kasus kekerasan, yang memberikan mereka kesempatan untuk menerapkan teori yang telah dipelajari dalam situasi nyata. Dr. Wiryo Nuryono, M.Pd., menyampaikan materi ketiga mengenai pembelajaran berdiferensiasi. Beliau menekankan pentingnya menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan dan potensi setiap siswa, sehingga setiap siswa dapat berkembang secara maksimal. Materi terakhir disampaikan oleh Nanda Audia Vrisaba, M.Psi., Psikolog, yang membahas tentang pendampingan siswa korban kekerasan. Materi ini memberikan wawasan penting bagi guru-guru mengenai cara memberikan dukungan psikologis kepada siswa yang mengalami kekerasan.
Peserta Bimtek menunjukkan antusiasme yang tinggi selama acara berlangsung. Hal ini terlihat dari aktifnya mereka dalam bertanya, berbagi pengalaman, dan memberikan pendapat terkait materi yang disampaikan. Kegiatan diakhiri dengan tanda tangan MoU kerjasama antara Direktorat PPIS UNESA dengan SMPN 45 Surabaya.
Dengan terselenggaranya Bimbingan Teknis ini, diharapkan para guru SMPN 45 Surabaya dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Transformasi pembelajaran dengan paradigma baru dan penguatan karakter siswa yang anti kekerasan diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung perkembangan siswa secara holistik. Ini adalah langkah nyata dalam mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik dan berkarakter.
Share It On: