UNESA Bekali Calon Dosen Tetap Wawasan Strategis untuk Wujudkan Kampus Aman dan Inklusif
Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
terus berupaya membangun lingkungan akademik yang aman, sehat, dan
berintegritas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pembekalan
berbagai isu strategis kepada calon dosen tetap dalam kegiatan Diklat Prajabatan
yang berlangsung pada Selasa (23/6).
Direktur Pencegahan dan Penanggulangan
Isu Strategis (PPIS) UNESA, Prof. Mutimmatul Faidah, menyampaikan materi
mengenai kesehatan mental, pencegahan kekerasan, integritas akademik, serta mekanisme
pelaporan berbagai permasalahan yang dapat terjadi di lingkungan kampus.
Pada awal pemaparannya, Prof.
Mutimmatul menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan aspek penting yang
perlu diperhatikan oleh setiap sivitas akademika. Menurutnya, berbagai persoalan
kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari masalah
keuangan, burnout, komunikasi yang kurang harmonis, persoalan akademik,
hingga pengalaman traumatis di masa lalu.
Selain membahas kesehatan mental,
Prof. Mutimmatul juga memberikan wawasan mengenai pencegahan kekerasan di
lingkungan perguruan tinggi. Ia menjelaskan berbagai bentuk kekerasan
sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024, sekaligus
menguraikan sejumlah faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya kekerasan,
seperti relasi kuasa yang tidak seimbang, stereotip, hingga rendahnya literasi
digital.
Para peserta juga dibekali pemahaman
mengenai kode etik yang berlaku bagi dosen, tenaga kependidikan, maupun
mahasiswa. Menurut Prof. Mutimmatul, etika merupakan fondasi penting dalam
membangun lingkungan akademik yang profesional, aman, dan saling menghormati.
Ia turut menyoroti pentingnya menjaga
integritas akademik melalui penerapan nilai-nilai anti korupsi. Beberapa
praktik yang perlu dihindari di lingkungan perguruan tinggi antara lain
penggunaan jasa joki tugas maupun joki riset yang dapat mencederai nilai
kejujuran akademik.
"Integritas akademik harus dijaga
bersama. Sebagai dosen, kita tidak hanya bertanggung jawab menghasilkan karya
ilmiah yang berkualitas, tetapi juga menjadi teladan dalam menjunjung nilai
kejujuran," tegasnya.
Sebagai penutup, Prof. Mutimmatul
memperkenalkan berbagai kanal pelaporan yang dapat dimanfaatkan sivitas
akademika apabila mengalami, menyaksikan, atau mengetahui adanya tindak
kekerasan di lingkungan kampus. Kanal tersebut juga dapat digunakan oleh
individu yang membutuhkan pendampingan terkait kesehatan mental.
Melalui pembekalan ini, diharapkan calon dosen tetap UNESA memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai isu strategis di lingkungan perguruan tinggi serta mampu berperan aktif dalam mewujudkan kampus yang aman, sehat, inklusif, dan berintegritas.
Share It On: