Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, Direktorat PPIS UNESA Edukasi Siswa SD tentang Anti Bullying dan Bahaya Narkoba
Membangun generasi yang sehat, berani, dan peduli terhadap lingkungan yang aman perlu dimulai sejak usia dini. Untuk mewujudkan hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar program pengabdian kepada masyarakat di Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan. Kegiatan yang mengusung tema "Menanam Bakti, Menebar Solusi, Sinergi FMIPA untuk Negeri, Mengabdi Sepenuh Hati" tersebut, menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, salah satunya sosialisasi anti bullying dan anti narkoba bagi siswa SDN 2 Pataan pada Kamis (2/7).
Dalam pelaksanaannya, BEM FMIPA menggandeng Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) UNESA sebagai mitra untuk memberikan edukasi kepada para siswa. Direktorat PPIS diwakili oleh Psikolog Zahara Safitri dan mahasiswa magang Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC), Natasalwa Valencya. Pada sesi pertama, Natasalwa mengajak para siswa mengenali berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk bullying verbal, bullying sosial, maupun cyberbullying.
Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, Natasalwa menjelaskan penyebab, dampak, serta cara mencegah bullying. Ia juga mengajak peserta untuk berani bersikap baik kepada teman, tidak mengejek, serta tidak menjadi penonton ketika melihat tindakan perundungan. Agar suasana belajar semakin menyenangkan, penyampaian materi diselingi dengan kuis interaktif yang mengajak siswa aktif menjawab pertanyaan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang mengangkat tangan untuk menjawab maupun berbagi pengalaman selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Zahara Safitri menyampaikan materi mengenai bahaya narkoba, anti korupsi, pencegahan kekerasan, serta pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini. Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah edukasi mengenai batasan tubuh (body safety), yaitu mengenalkan bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain.
Zahara juga mengingatkan anak-anak agar tidak takut bercerita kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami perlakuan yang membuat mereka merasa tidak nyaman atau menjadi korban kekerasan. "Kalau mengalami sesuatu yang membuat tidak nyaman atau ada orang yang menyentuh bagian tubuh yang tidak boleh disentuh, jangan dipendam sendiri. Ceritakan kepada orang tua atau guru agar mereka bisa membantu," pesannya kepada para siswa.
Sebagai penutup, seluruh peserta diajak mengikuti kegiatan simbolis dengan menempelkan telapak tangan yang telah dilapisi cat pada papan bertuliskan "Say No to Drugs". Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjauhi narkoba sekaligus mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari kekerasan.
Melalui kolaborasi ini, BEM FMIPA dan Direktorat PPIS UNESA berharap edukasi mengenai anti bullying, bahaya narkoba, dan perlindungan diri dapat tertanam sejak usia dini. Dengan bekal pengetahuan tersebut, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berani menghargai diri sendiri, menghormati orang lain, serta mampu menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kepedulian.
Share It On: