Satgas PPK UNESA Perkuat Wawasan Kebhinekaan dan Pencegahan Radikalisme Mahasiswa KIP-K dan ADik 2025
Perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang toleran, kritis, dan mampu menyikapi berbagai tantangan sosial. Salah satunya adalah potensi penyebaran paham radikalisme yang dapat berkembang melalui berbagai ruang, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berkolaborasi dengan Subdirektorat Kesejahteraan, Karier, dan Alumni, Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNESA, memberikan edukasi kepada lebih dari 900 mahasiswa penerima Beasiswa KIP-K dan ADik Tahun 2025.
Edukasi tersebut disampaikan dalam Workshop Penguatan Karakter Mahasiswa yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (5/7). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya UNESA dalam memperkuat karakter sekaligus meningkatkan ketahanan diri mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di lingkungan perguruan tinggi, termasuk potensi penyebaran paham radikalisme. Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dan proses radikalisasi, karakteristik serta berbagai bentuk radikalisme, pola penyebarannya, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani potensi radikalisme, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Kasi Ideologi, Moderasi Beragama, dan Bela Negara (IMBBN), Rojil Nugroho Bayu Aji, menekankan pentingnya memahami toleransi secara tepat dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Menurutnya, toleransi tidak berarti menyamakan seluruh agama, tetapi memberikan penghormatan kepada setiap individu untuk meyakini dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing.
Pemahaman terhadap keberagaman lintas agama juga menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kehidupan yang harmonis. Dengan mengenal dan memahami adanya perbedaan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan sikap saling menghormati sekaligus memperkuat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
Suasana workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan kepada narasumber, khususnya mengenai isu radikalisme, strategi pencegahannya, serta peran mahasiswa dalam menjaga lingkungan kampus agar tetap aman dan inklusif.
Melalui kegiatan ini, Satgas PPK UNESA bersama unit terkait terus mendorong penguatan karakter mahasiswa sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan lingkungan kampus terhadap berbagai bentuk ancaman dan tantangan sosial. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman mengenai bahaya radikalisme, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam merawat keberagaman dan membangun relasi yang dilandasi sikap saling menghormati.
Penguatan nilai toleransi, moderasi beragama, dan semangat kebangsaan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam kehidupan kampus maupun masyarakat. Dengan keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika, UNESA terus berupaya mewujudkan lingkungan perguruan tinggi yang aman, inklusif, menjunjung tinggi kebhinekaan, dan bebas dari paham radikalisme.
Share It On: